Buat Kemungkinan Jadi Kenyataan

Di tahun 1900, Wright bersaudara
sudah mengajukan kemungkinan orang
dapat terbang. Tanggapan sinis dan
keraguan menyerang mereka bahwa
manusia tidak dapat terbang.

Banyak sekali percobaan mereka yang
gagal. Tapi Orville Wright dan Wilbur
Wright tidak menyerah pada visi
mereka.  Mereka mempersiapkan segala
risikonya jika percobaan mereka
gagal, seperti mereka menyiapkan
landasan darurat di pantai berpasir
yang lebih aman.

Pada 17 Desember 1903, di pagi hari
yang cerah, mereka berhasil mengubah
kemungkinan menjadi kenyataan. Dari
percobaan yang berulang kali gagal,
Wright bersaudara akhirnya berhasil
menorehkan sejarah penerbangan dunia
untuk pertama kalinya. Meski hanya
bisa melayang setinggi 10 kaki selama
12 detik, tetapi percobaan mereka
merupakan fondasi penemuan pesawat
terbang.

Jika Anda dapat melihat
kemungkinan-kemungkinan, yakinilah
dan wujudkan kemungkinan tersebut!
Mungkin Anda juga akan melihat banyak
rintangan dan tantangan. Tetapi yang
membedakan Anda dengan orang lain
adalah mereka hanya bisa melihat
risikonya saja, sedangkan Anda bisa
melihat bagaimana mengatasi risiko
tersebut.

Ketika orang lain menyerah dan
menangisi kegagalan, kekuatan pikiran
Andalah yang dapat mengatasinya.
Katakan bahwa Anda dapat bangkit lagi
setiap kali gagal dan mencoba lagi.

Singkirkan segala keraguan dan
ketakutan. Jika Anda percaya Anda
dapat terbang, maka Anda pun terbang.

Antara Magrib dan Isya’ Waktu Mulia

Waktu antara maghrib dan isya’, menurut para ulama, adalah waktu utama untuk ibadah. As-Sayid Abu Bakar bin As-Sayid Muhammad Syatha Al-Makki Ad-Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ menulis, “Waktu ini termasuk semulia-mulia dan seutama-utama waktu. Maka sangat dianjurkan untuk menghidup-hidupkannya dengan amal-amal taat dan menjauhi hal-hal tak berguna serta hal-hal yang dapat menyebabkan kita terlupa akan Allah.”

Sedang Al Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad (Shahibur Ratib) dalam kitabnya An-Nashaihud Diniyah mengatakan, “Di antara amal-amal yang sangat disunnahkan ialah menghidup-hidupkan waktu antara salat maghrib dan isya’ dengan salat — dan ini yang paling utama –, dengan membaca Quran dan zikir pada Allah – entah itu tasbih, tahlil dan semacamnya.”

Waktu maghrib hingga isya’ memang utama untuk ibadah. Manakala mendengar azan maghrib, jawablah. Kemudian bacalah doa azan, diteruskan dengan mengucapkan kata-kata berikut ini:

اَللَّهُمَّ هَذَا إِقْباَلُ لَيْلِكَ وَ ِإدْباَرُ نَهَارِكَ وَ أَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليِ

 Ya Allah, ini adalah kedatangan malam-Mu dan kepergian siang-Mu serta suara-suara para pendoa pada-Mu, maka ampunilah aku.

Setelah itu, segeralah salat maghrib karena waktu maghrib sangat pendek. Paling pendek di antara waktu-waktu salat lainnya. Yaitu hanya sekitar 1 jam karena waktu maghrib berakhir dengan tenggelamnya mega merah, atau saat datangnya shalat isya’. Demikian menurut pendapat mu’tamat (yang kuat).

Karena waktu maghrib yang pendek pula, maka kita dianjurkan untuk membaca surah-surah pendek dalam salat maghrib, seperti dicontohkan Rasulullah s.a.w. Begitulah dalam hadis yang dituturkan oleh Abu Hurairah r.a. (riwayat Ahmad dan An-Nasai) Sedang Ibnu Umar r.a. menuturkan bahwa Nabi s.a.w. membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama salat maghrib dan surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Al Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad telah menyusun tertib bacaan surah dalam salat maghrib selama seminggu. Yaitu: Al-Kafirun-Al-Ikhlas pada malam Jumat dan malam Selasa, Al-Falaq-An-Nas pada malam Sabtu dan malam Rabu, Al-Fil–Al-Quraisy pada malam Ahad, Al-Ma’un-Al-Kautsar pada malam Senin dan malam Kamis.

Selepas salat baca istighfar tiga kali, diteruskan dengan membaca:

لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ

“Tidak ada tuhan selain Allah, (Dia) Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik Dia kerajaan, dan hanya milik Dia segala pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.“

Ini sesuai dengan anjuran Nabi s.a.w. dalam hadis yang dituturkan oleh Abdur Rahman bin Ghunmin berikut ini:

مَنْ قَالَ قَبْلَ اَنْ يَنْصَرِفَ وَيُثْنِي رِجْلَهُ مِنْ صَلاَةِ اْلمَغْرِبِ وَالصُّبْحِ لاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ. لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ بِيَدِهِ اْلخَيْرُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلىَ كُلَِ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ كُتِبَ لَهُ بِكُلِّ وَاحِدَةٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئاَتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَتْ حِرْزًا مِنْ كُلِّ مَكْرُوهٍ وَحِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Barangsiapa, sebelum beranjak (dari tempat salat) sementara kakinya masih melipat (seperti tahiyat akhir) dari salat maghrib dan subuh, mengucapkan “La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku, wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadir,” sebanyak sepuluh kali, maka bagi tiap-tiap satu bacaan ditulis untuknya sepuluh kebajikan, dihapus untuknya sepuluh kejelekan (dosa) dan diangkat untuknya sepuluh derajat. Bacaan itu juga bakal menjadi tameng terhadap segala hal yang tidak menyenangkan, tameng pula terhadap syetan yang terlaknat.“ (riwayat Ahmad)

Selanjutnya ucapkan doa berikut sebanyak tujuh kali (dan Anda masih di tempat Anda tanpa mengubah posisi duduk):

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ الناَّرِ

“ Ya Allah, selamatkan aku dari neraka.“

Dalam satu hadis Nabi s.a.w. dituturkan berbisik kepada Muslim bin Harts At-Tamimi:

إِذَا انْصَرَفْتَ  مِنْ صَلاَةِ اْلمَغْرِبِ فَقُلْ اَللَّهُمَّ أَجِرْنيِ مِنَ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَإِنَّكَ إِذاَ قُلْتَ ذَلِكَ ثُمَّ مُتَّ فِي لَيْلَتِكَ كُتِبَ لَكَ جِوَارً مِنْهاَ وَإِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَقُلْ كَذَلِكَ فَإِنَّكَ إِنْ مُتَّ فِي يَوْمِكَ كُتِبَ لَكَ جِوَارٌ مِنْهَا أَخْبَرَنيِ أَبُو سَعِيد عَنِ الحَارِث أَنَّّهُ قاَلَ أَسَرَّهَا إِلَيْناَ رَسولُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم فَنَحْنُ نَخَصُّ بِهَا إِخْوَانَناَ

“Bila kamu rampung dari salat maghrib, ucapkan “Allahumma ajirni minan nar” tujuh kali. Sebab, kalau kamu mengucapkan itu dan kamu mati pada malam itu, maka wajib untukmu selamat dari neraka. Jika kamu (selesai) salat subuh, ucapkan itu seperti tadi (tujuh kali). Sebab, kalau kamu mati pada hari itu, maka wajib bagimu selamat dari neraka.” Abu Sa’id lalu mengutip kata-kata Harits, “Karena Rasulullah s.a.w. berbisik pada kami, maka kami hanya bercerita pada kawan-kawan kami.” (riwayat Abu Dawud)

Selanjutnya Anda membaca wirid sehabis salat, sebagaimana pada salat-salat lain, yaitu dimulai dengan membaca:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَ إِلَيْكَ يَعُودُ السَّلاَمُ فَحَيِّناَ رَبَّناَ بِالسَّلاَمِ تَباَرَكْتَ رَبَّناَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَاْلِإكْرَامِ  اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِماَ قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلىَ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِباَدَتِكَ

” Ya Allah, Engkau Mahaselamat (dari kekurangan), dari-Mu keselamatan, kepadamu kembali keselamatan, maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan keselamatan, Mahasuci Engkau Tuhan kami, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan. Ya Allah, tidak satu pun bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah. Tidak ada yang bisa menolak apa yang Engkau tetapkan. Tidak akan kekayaan dari-Mu bermanfaat bagi pemilik kekayaan (tetapi yang bermanfaat hanyalah iman dan ketaatan). Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu dan untuk beribadah pada-Mu.

Diteruskan dengan membaca tasbih 33 kali, hamdalah 33 kali dan takbir 33 kali, lalu disempurnakan dengan membaca:

لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ

Dengan demikian, seluruhnya menjadi 100 kali. Setelah itu Anda memanjatkan doa, dengan lafal Anda sendiri atau dengan lafal doa selepas shalat.

Selanjutnya Anda membaca istighfar berikut tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيمَ  َالَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Aku memohon ampun pada Allah yang Mahaagung, yang tidak ada tuhan selain Dia, yang Mahahidup dan Mahaberjaga, serta aku bertobat pada-Nya.“

Sekarang, berdirilah untuk salat sunnah sunnah ba’diyah sebanyak dua rakaat. Selepas salat, ucapkan doa berikut tiga kali:

ياَ مُقَلِّبَ اْلقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلىَ دِيْنِكَ

Wahai Sang Pembolak-balik hati, tetapkan hatiku pada agama-Mu.“

Setelah itu, lakukan salat sunnah awwabin. Salat ini sangat besar keutamaannya, sebagaimana dalam sabda Nabi s.a.w.:

مَنْ صَلىَّ بَعْدَ اْلمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعاَتٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِكَلاَمٍ عَدَلَنْ لَهُ اِثْنتَيَ عَشَرةَ سَنَةٍ

Barangsiapa salat enam rakaat seusai salat maghrib, di mana antara satu salat dan lainnya tidak dipisahkan dengan berkata-kata, maka itu sama dengan ibadah dua belas tahun.“

Diriwayatkan pula bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa salat dua puluh rakaat setelah salat maghrib, Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.”

Salat awwabin boleh dilakukan sebanyak dua rakaat, empat rakaat atau enam rakaat. Enam rakaat adalah jumlah terbanyak menurut kebanyakan ulama. Namun, ulama lain berpendapat, jumlah maksimumnya 20 rakaat, sebagaimana dalam hadis di atas.

Kalau Anda memilih enam rakaat, Anda boleh melakukannya dengan tiga kali salam, masing-masing dengan dua rakaat. Atau, boleh pula dengan cara Al-Habib Thahir bin Husain bin Thahir. Yaitu dua kali salam. Yang pertama adalah dua rakaat, dan sehabis salat, angkat kedua tangan dan ucapkan doa berikut tiga kali dengan hati yang hadir:

اَللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَوْدِعُكَ إِيمَانِي فِي حَياَتيِ وَ عِنْدَ مَمَاتِي وَ بَعْدَ مَمَاتيِ ، فاَحْفَظْهُ عَلَيَّّ إِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ

Ya Allah, aku titipkan pada-Mu imanku selama hidupku, ketika matiku dan setelah matiku, maka jagalah imanku pada diriku, sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.“

Kemudian Anda berdiri lagi untuk melakukan salat sunnah awwabin sebanyak empat rakaat sekaligus.

Sesudah itu Anda boleh membaca wirid sebagaimana wirid selepas salat subuh. Asal jangan lupa, baca Ratibul Haddad.

Dianjurkan pula untuk membaca Al-Quran, khususnya surah-surah Alif-lam-mim Sajadah, Ad-Dukhan, Al-Waqi’ah, Tabarak, Al-A’la, Az-Zilzal, At-Takatsur, Al-Quraisy, Al-Kafirun, An-Nashr, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Setelah membaca surah-surah ini, ucapkan doa berikut:

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ , اَللَّهُمَّ أَثِبْنِي ِبمَحْضِ فَضْلِكَ وَ جُودِكَ وَ كَرَمِكَ عَلىَ مَا قَرَأْتَهُ أَوْ سَبَّحْتَهُ أَوْ هَلَّلْتَهُ  أَوْ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلىَ حَسْبِ اْلوَاِقعِ وَ أَوْصِلِ الَّلهُمَّ ذَلِكَ الثَّوَابَ إِلىَ حَضْرَةِ سَيِّدِناَ رَسُولِ اللهِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَائِرِ اْلأَنْبِياَءِ وَ اْلمُرْسَلِينَ وَ عِبَادِ اللهِ الصَّالحِيِنَ وَ وَالِدِيناَ وَ أَوْلاَدِناَ وَ إِخْوَانِناَ وَ أَخْوَاتِناَ وَ أَعْمَامِناَ وَ عَماَّتِناَ وَ أَخْوَالِناَ وَ خاَلاَتنِاَ وَ مَشاَيِخِناَ وَ أَصْحَابِناَ وَ أَزْوَاجِناَ وَ مَحَابِّناَ وَ أَهْلِ وُدِّناَ وَ وُدِّ آباَئِنَا وَ ذَوِي الْحُقُوقِ عَلَيْناَ وَ مَنْ أَوْصاَناَ بِالدُّعَاءِ وَ مَنْ أَحْسَنَ إِلَينَا وَ مَنْ ظَلَمْناَهُ أَوْ أَسَاءْناَ إِلَيهِ وَ أَحاَطَتْ بِهِ شَفَقَةُ قُلُوبِناَ وَ جَمِيعِ اْلمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِماَتِ , اَللَّهُمَّ اْجعَلْهُ فِداَءً لَهُمْ مِنَ النَّارِ, اَللَّهُمَّ اْجعَلْهُ فِكاَكاً لَهُمْ مِنَ النَّارِ , وَ اْغفِرْ لَهُمْ وَ ارْحَمْهُمْ وِ اجْمَعْنَا وَ إِياَّهُمْ فِي دَارِ كَرَامَتِكَ وَ مُسْتَقَرِّ رَحْمَتِكَ مَعَ عِباَدِكَ الصَّالِحِينَ وَ حِزْبِكِ اْلمُفْلِحيِنَ , اَللَّهُمَّ اْفعَلْ بِي وَ بِهِمْ عَاجِلاً وَ آجِلاً فِي الدِّينِ وَ الدُّنْياَ وَ اْلآخِرَةِ مَا أَنْتَ لَهُ أَهْلٌ إِنَّكَ غَفُورٌ حَلِيمٌ جَوَّادٌ كَرِيمٌ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan pada junjungan kami Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya. Ya Allah, berilah aku pahala dengan semurni kemurahan-Mu atas apa yang telah aku baca, aku bertasbih, aku bertahlil atau aku bersadaqah dengannya sesuai dengan kenyataan. Sampaikanlah, ya Allah, pahala tadi ke hadirat junjungan kami Muhammad s.a.w., keluarga dan sahabat-sahabatnya, para nabi yang lain, para rasul yang lain, hamba-hamba yang saleh, orangtua-orangtua kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami, paman-paman kami, bibi-bibi kami, guru-guru kami, teman-teman kami, istri-istri kami, kekasih-kekasih kami, orang-orang yang kami dan orangtua kami cintai, orang-orang yang memiliki hak tanggungan atas kami, orang-orang yang bermurah hati pada kami dengan doa, orang-orang yang berbuat baik pada kami, orang yang telah kami zhalimi atau kami sakiti sementara rasa kasih hati kami meliput padanya, juga kepada semua orang muslim lelaki dan perempuan. Ya Allah, jadikanlah pahala itu sebagai tebusan dan pembebas bagi mereka dari neraka. Ampunilah mereka, rahmatilah mereka, kumpulkan kami dengan mereka di daerah kehormatan-Mu dan tempat bersemayam rahmat-Mu (sorga), bersama-sama hamba-hamba-Mu yang saleh dan golongan-Mu yang beruntung. Ya Allah, perbuatlah pada kami dalam jangka pendek dan jangka panjang di dalam agama, dunia dan akhirat, sesuatu yang pantas bagi-Mu dan jangan perbuat pada kami, wahai Tuhan kami, apa yang kami pantas mendapatkannya. Sungguh Engkau Mahapengampun, Mahapenyabar, Mahapemurah dan Mahakasih.

Kesedihan dalam Rongga Kehidupan di tahun Baru

Sesekali aku memandang awan di awal tahun ,,, begitu indah namun di upuk timur terlintas awan gelap yang menghampiri di kegelisahan yang selalu hinggap di saat aku sedih,, dan gurau ,,,

Kuhirup  nafas dengan perlahan lahan ,, tapi tiada ku lega,, dengan Kegelisahan dan risau selalu menghampiri ,,,

 

Lamunan sering hinggap kala aku sendiri dalam ketidakpastian hidup ,,, seakan ini… beban begitu berat ,,, seberat gunung yang tak dapat kita rasakan lagi ,,

 

Ya Allah ,,, Aku terus berdo’a dan berusaha ,,, atas keridho’an Mu ,,, aku hanya manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa… berikan aku ampunan ,,, hingga terhindar dari segala kehancuran yang membawa kemunafikan hidup,,

Ciri-Ciri Pria Tidak Muda lagi

Apakah sudah ada yang sampai pada tahap ini? Ayo
coba dicocokkan.. ..?

Ciri-Ciri
Pria Tidak Muda lagi
01. Membaca makin jauh, kencing makin dekat.
02. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang pantat-pantatan.
03. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang pakai minyak angin.
04. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan.
05. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu  keras..
06. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down.
07. Dulu sering siul2in cewe, sekarang siul2in burung.
08. Dulu kencing asin, sekarang kencing manis.
09. Dulu sering makan enak, sekarang sering makan obat.
10. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan

demi kesehatan.
11. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda.  (hm..)
12. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih.  (haha..)
13. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat … ampuuuuun …….

Mengenal dan Menentukan Prioritas

Sumber: www.AnneAhira.com

Mengenal Prioritas

Prioritas adalah sesuatu yang sangat penting dalam keseharian kita. Menentukan prioritas adalah suatu keterampilan yang harus dikuasai karena sesungguhnya setiap kegiatan atau aktivitas memiliki bobot yang berbeda.

Ada kegiatan penting, sangat penting dan ada yang tidak penting bahkan sangat tidak penting. Kita harus cerdas dalam memberi bobot suatu kegiatan dengan pertimbangan kepentingannya.

Waktu yang kita punya sebetulnya sangat terbatas. Semua orang hanya mempunyai 24 jam sehari, 7 hari sepekan, 30 hari sebulan dan 365 hari dalam setahun.

Sementara, kepentingan dan urusan kita mungkin saja akan menghabiskan seluruh waktu yang tersedia itu. Bahkan berapapun banyaknya kegiatan dan urusan yang harus kita kerjakan jelas tidak akan menambah jatah waktu itu.

Mengingat terkadang, urusan kita bisa terjadi di tempat yang berbeda, penentuan prioritas ini sangat penting. Kita tidak mungkin berada di tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

Prioritas ini memang akhirnya akan berhubungan dengan efektivitas kerja dan produktivitas. Kunci utama dalam menentukan prioritas adalah kita harus menentukan mana hal yang penting dan mana hal yang tidak penting.

Aturan Pareto

Vilfredo Pareto, seorang ahli ekonomi asal Italia menemukan suatu alat yang berguna untuk menentukan prioritas yaitu prinsip Pareto. Prinsip pareto ini menyebutkan bahwa 20 persen hal terpenting akan menyumbang pada 80 persen keberhasilan.

Dalam prinsip manajemen waktu, aturan Pareto ini dapat diterapkan dengan mempercayai bahwa pemanfaatan 20 persen waktu terbaik Anda akan mempengaruhi kualitas penggunaan waktu yang 80 persen sisanya.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menjadi pemain sepak bola yang handal dan Anda hanya memiliki waktu 100 hari, maka Anda harus memelajari teknik bermain sepak bola dengan sangat bersungguh-sungguh dalam waktu 20 jam, sementara sisa waktu 80 jam akan Anda pergunakan untuk melatih teknik yang telah Anda pelajari berulang-ulang hingga mahir.

Menentukan Prioritas Kegiatan

Dalam menentukan prioritas kegiatan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Waktu yang berbeda di tempat yang sama. Misalkan Anda memiliki janji untuk bertemu dengan Klien A pada hari Kamis 28 November 2010 jam 1 siang  di sebuah restoran. Sementara Anda juga memiliki janji dengan Klien B pada hari Sabtu, 30 November 2010 di gedung yang sama. Dalam kondisi ini sebaiknya Anda menjadwalkan ulang pertemuan dengan salah satu klien agar Anda tidak perlu datang ke tempat yang sama pada hari yang berbeda. Jadi Anda telah melakukan efisiensi penggunaan waktu.
  2. Waktu yang berdekatan untuk kegiatan yang bertolak belakang. Misalnya Anda akan pergi berlibur pada hari Sabtu, maka jangan mengadakan rapat koordinasi yang serius pada hari Jumat. Jadwalkan pada hari Kamis agar Anda dapat berkonsentrasi penuh saat rapat dan tidak akan memikirkan rapat saat akan berangkat liburan.
  3. Waktu dan tipe kepribadian. Setiap orang memiliki ‘golden time’ yaitu waktu dimana mereka memiliki stamina dan semangat yang paling baik untuk mengerjakan suatu hal. Jadwalkan pekerjaan-pekerjaan yang sulit dan memutuhkan konsentrasi penuh Anda pada golden time Anda.

Manusia adalah makhluk yang mempunyai banyak peran, sehubungan dengan relasinya dengan orang lain. Misalnya, seorang wanita mempunyai peran sebagai anak, kakak, teman, sahabat, istri, ibu, dan lainnya.

Masing–masing peran akan menuntut waktu Anda. Oleh karena itu cerdas dan cermat dalam menentukan prioritas sangat diperlukan agar kehidupan Anda berjalan dengan baik.

Panduan Puasa Ramadhan



MASYRU’IYAT PUASA RAMADHAN

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa “( QS Al-Baqarah : 183 ).

1. Puasa Ramadhan hukumnya Fardu `Ain
2. Puasa Ramadhan disyari’atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1. Bulan Ramadhan adalah:
a. Bulan yang penuh Barakah.
b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma’shiyat agar menahan diri.

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :

a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa’t.
c. Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah.

RUKUN PUASA

a. Berniat sejak malam hari
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima’) dengan istri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib),

Wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN

Orang Mu’min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
a). Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
b) Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.

Orang Mu’min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :
a). Umurnya sangat tua dan lemah.
b). Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
c). Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
d). Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
e). Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

a. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
b. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
c. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
d. Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib)

HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA

a. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
b. Menta’khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.
c. Berbekam pada siang hari.
d. Mencium, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari (hukumnya makruh)
e. Beristinsyak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.
f. Disuntik di siang hari.
g. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.

ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN
1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib.
Sunnah berbuka adalah sbb :
a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti rutob (kurma muda), kurma dan air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat.
b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu.
c. Setelah berbuka berdo’a dengan do’a sbb : Artinya : “Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah.”

2. Makan sahur. Adab-adab sahur :
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh.
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur karena sudah masuk waktu Shubuh.

3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur’an
4. Menegakkan shalat malam/shalat Tarawih dengan berjama’ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir (20 hb. sampai akhir Ramadhan). Cara shalat Tarawih adalah :
a. Dengan berjama’ah.
b. Salam tiap dua raka’at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka’at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka’at.
c. Dibuka dengan dua raka’at yang ringan.
d. Bacaan dalam witir : Raka’at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka’t kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka’at ketiga : Qulhuwallahu ahad.
e. Membaca do’a qunut dalam shalat witir.

5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada pengampunan maka ampunilah aku.
6. Mengerjakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir.
7. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.

Ibunda Manohara Siap Hadapi Ratna Sarumpaet

Farhat Abbas, kuasa hukum Daisy Fajriana, menyatakan pihaknya siap menghadapi laporan tim advokasi Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC) Jakarta yang melaporkan kliennya ke Polda Sulselbar. Ibu dari fotomodel Manohara itu dilaporkan terkait dugaan pemalsuan identitas paspor serta proses dibawanya Shaliha Lanti ke Prancis yang dijanjikan akan disekolahkan [baca: Ibunda Manohara Diadukan ke Polisi].

“Ratna Sarumpet hanya mencari sensasi. Ia sakit hati,” kata Farhat di Jakarta, Ahad (16/8), melalui sambungan telepon. Ya, Ratna dulu pernah membela Manoharo, anak Daisy, Continue reading